Pages

Monday, 22 July 2013

Ayooo!!

Haaai! Biasanya pada ngapain, nih kalo puasa?? Tebakan gue: Bengong, tiduuur, nonton tv, ngaji -(woow!)-, baca buku, daan.. bagi yang udah sekolah.. ya belajar! Gue punya saran supaya lo semua gak tiaap hari ngelakuin itu! Daripada ngintipin kulkas, ya mendingan bersih bersih kamar! Hayoooo siapa yang kamarnya udah ancur lebur berantakannya Subhanallah Laailahailallah Wallahuakbar! Kayak gini nih!

Subhanallah banget dah! Itu nanti kalo pemiliknya niat bersihin, gimana caranya coba!? Nah, makanya, sebelum ancur lebur berantakannya Subhanallah Laailahailallah Wallahuakbar, ya! Coba bedain ama ini deh..


Ini enak kaan? Nyaman dipandang.. Oke deh! Selamat membersihkan kamar!!

Puasa, Puasa, Puasaaa!!!

Halo! Pada puasa, kan semuanya? Nah, ini ada resep buat minuman buka puasa! Kalo dirumah ada bahan-bahannya, yaa.. Silahkan kalo begitu buat sendiri! Soalnya gue gak mau buatin..
Ada beberapa cara untuk menikmati Oreo klasik menjadi lebih asik! >v<)p Membuat kreasi milkshake Oreo adalah pilihan tepat, apalagi untuk berbuka puasa, yaa? Milkshake Oreo juga dapat menjadi teman setelah makan malam kalo kamu merupakan pecinta makanan manis. Kamu bisa saja menikmati Oreo dan es krim dengan cara biasa, tetapi akan lebih menyenangkan jika bisa mengkombinasikan kedua makanan tersebut menjadi milkshake yang ueeenaaaak!! Berikut adalah resep milkshake oreo!
Bahan:
- 3 scoop (sendok besar) es krim vanila
- 1,5 cangkir susu
- 8 biskuit Oreo
- 2 sdm. sirup cokelat (jika suka)
- whipped cream (jika suka)
Cara membuat:
1. Hancurkan Oreo menjadi potongan-potongan kecil dan sisihkan.
2. Campurkan susu dan es krim, blender dengan kecepatan sedang sampai tercampur rata.
3. Masukan Oreo kedalam blender yang berisi campuran es krim dan susu, blender kembali sekitar 30 sampai 45 detik.
4. Tuangkan ke dalam gelas milkshake yang tinggi. Tambahkan whipped cream dan sirup cokelat diatasnya.
5. Segera sajikan agar potongan Oreo tidak turun dan mengendap ke bawah. Milkshake Oreo siap dinikmati!


Naah.. Well done! Selamat mencoba!!

Friday, 5 July 2013

My Photo!

Sori ya, semua, kayaknya Immortal Flower -(Part 4)- Gak bisa dipost lagi, nih.. Tadi gue udah ngasih tau yak? Di What's New.. Cek aja.. Okeh? Nah, ni foto idola gue! Carly Rae Jepsen!!




Saturday, 11 May 2013

Immortal Flower -(Part 3)-

Tuesday, 14th June '2030

  DUAAK!! "Ow! Sakit tahu! Kenapa kau menabrakku!?" bentakku. "Karena itu bunga keabadian! Kalau kau menyentuhnya, kau akan mati! Dasar pelupa! Padahal tadi baru dijelaskan.." sahut Vera sambil melotot ke arahku. Aku meringis. Tiba-tiba, Wuuuuush! Sebuah sapu terbang melesat dengan cepat diatasku, Vera termenung, ia langsung menyeretku. "Ayo cepat! Keamanan datang!" serunya. Dalam perjalanan pulang selintas aku melihat sebuah bayangan hitam menuju salah satu bunga yang ada di kebun pohon kehidupan, aku bergidik, tapi Vera langsung mengajakku bicara lagi. Aku pun langsung melupakannya.

Wednesday, 15th June '2030

  "Hoaaaahm!" aku menguap sambil mengibaskan selimutku. Aku langsung berjalan menuju tempat penyimpanan sapu, disana aku mengambil air untuk memberi minum Chester -(Kita harus berperikesapuan! Dasar kejam.. -,-)-. "Chester! Bangun! Nih, minum! Aku mau siap-siap.. Hoaaahm.. Ngantuuk.." ujarku sambil menguap. Aku langsung masuk ke dalam dan masuk ke kamar mandi, selesai mandi, aku memakai seragamku.

  "Floe! Makan sarapan!" panggil ibuku. Aku pun turun kebawah, aku melihat roti isi daging yang sudah terpanggang dengan garing, sesuai seleraku! Aku memakannya dengan lahap, tapi kusisakan satu untuk kubawa ke sekolah. Setelah selesai, aku memanggil Chester untuk berangkat ke sekolah. Aku melirik jam tanganku, Oh! Jam 6:45! Aku harus buru-buru!

Kriiiiiing!

"Floe! Ayo ke lapangan! Ada pemberitahuan!" seru Vera. "Hah? Pemberitahuan? Malaas! Paling disuruh berdiri satu setengah jam lagi.. Huh! Tidak mau!" balasku. "Alaah.. Ayo!" Di lapangan sudah berjejer murid-murid yang sedang berkeluh kesah. 'Ada pemberitahuan apalagi, ya?' batinku. Pak Kepala Sekolah mulai naik ke atas podium. "Ehem! Perhatian semua! Dimohon untuk tidak mendekati area kebun Pohon Kehidupan sekolah untuk beberapa waktu ini! Terdapat sekumpulan Bunga Keabadian di sana! Barangsiapa mendekati, akan ditahan oleh Kurcaci Penjaga, tetapi mereka adalah makhluk yang tak kenal kompromi! Barang siapa masuk terlalu dalam, tak akan mereka tahan! Terima kasih."

To be continued..

Sunday, 24 March 2013

Immortal Flower -(Part 2)-

Tuesday, 14th June '2030

    "Apa? Bunga keabadian?" tanya Vera. "Memang tadi malam kau tak melihat isyarat merah!?" tanyaku balik. Vera menggeleng, aku merengut kesal, lalu aku memanggil sapu terbangku, Chester, kemudian menyuruhnya menceritakan apa yang terjadi. "Aha? Ho? Ohem? Ha!! Aku mengerti! Suara ledakan, dan percikan api? Ya, kemarin ayahku yang bekerja di departemen keamanan memang pulang larut malam, tapi aku tak tahu kenapa, mungkin karena bunga itu, ya!! Aku tahu, sekarang! Terima kasih Chester, Terima kasih.. Floe.. Ehehe.." jelas Vera. Aku mengangguk, setelah ini aku harus kembali ke kelas, karena waktu istirahat sudah usai! Di dalam kelas, tak banyak anak yang membicarakan isyarat merah itu, mungkin karena tak ada yang mau bangun jam 1 malam! Oh, iya.. tahu mengapa suara ledakan dan percikan api disebut isyarat merah? Karena api yang sudah memercik ke langit menunjukkan kondisinya sudah parah sekali, ada juga isyarat kuning dan hijau, keduanya mempunyai suara ledakan dan percikan api, namun, suara dan level percikan api-nya berbeda.

Kriiiiing!

    Bel makan siang berbunyi, aku dan Vera mengambil makan siang masing-masing,dan mengambil sapu terbang, karena kami malas jika makan di bawah,--di taman-- ribut! Dan pasti tidak kebagian tempat. "Hei, Floe! Disini saja! Anginnya lumayan!" seru Vera. "Baiklah, tunggu, aku mau menyesuaikan Chester dulu!" jawabku. Sapu terbang bisa disesuaikan, mau berdiri, atau tiduran, biasanya kalau tiduran, kita bisa duduk dan berdiri diatasnya tanpa jatuh, karena sapu terbang-lah yang menyesuaikan keseimbangannya! Setelah makan siang, ada pelajaran Herbologi, temanya tentang bunga! Kebetulan sekali!

    "Duduk anak-anak!" perintah guru. "Baik, bu!" jawab kami. Guru pun mulai menerangkan tentang macam-macam bunga sihir, ada bunga kematian, bunga obat, bunga yang membuat kita bernapas di air jika kita makan, bunga terbang, bunga bulu, dan, bunga keabadian! Saat bunga keabadian dijelaskan, aku baru tahu jika seseorang mencabut bunga itu, ia akan mati dengan mengenaskan, tapi jika seseorang hanya menjilat bunga itu karena kelaparan, maka orang itu akan abadi selamanya. "Tapi kenapa isyarat merah disebarkan hanya karena bunga itu, bu?" tanyaku. Guru itu terbelalak, sepertinya ia kaget. "Karena bunga itu bisa membawa marabahaya, nak! Bunga itu tersebar dalam satu kebun pohon kehidupan! Jika empat orang saja mencabut empat bunga, maka dunia ini akan diserang oleh sihir gelap! Itu pernah terjadi satu abad yang lalu! Berhati-hatilah, bunga itu bisa menarik siapapun untuk mencabutnya!" jawab guru itu.

Kriiiing!

    Bel pulang berbunyi, entah kenapa aku tak langsung terbang saja dengan sapuku, tapi aku tertarik untuk berjalan kaki saja hari ini. Di telingaku masih terngiang-ngiang nasihat guru Herbologi yang tadi. Di rumah nanti, aku mau bertanya  pada ayah dan ibu saja! Tik! Tiba-tiba mataku menangkap sepucuk bunga yang sangat indah! Kelopaknya berwarna merah muda dan putih, dan tangkainya tegak! Oh, indahnya! Aku jadi ingin memetiknya! Tanganku terjulur untuk mengambil bunga itu. Tetapi... "JANGAN!!!"


To be continued..

Saturday, 23 March 2013

Immortal Flower -(Part 1)-

Monday, 13th June '2030

Kriiiing!!

    Bel pulang sekolah berbunyi, aku segera mengambil tasku di loker dan melangkah menuju gerbang sekolah, hari ini aku pulang cepat, karena, para guru akan mengadakan rapat dengan sekolah sebelah. Aku segera mengambil sapu terbangku, dan.. Wuush! Aku meluncur! Yap, ini adalah negeri sihir! Namaku Floe! Aku tinggal di Several City, aku bersekolah di Wales Magical School--setara SMP dan SMA--, kelas satu, sekarang, tunggu apalagi? Ayo kita mulai!

    "Ibu! Aku pulang! Pulang cepat, karena para guru sedang rapat dengan beberapa sekolah lain.. hoaahm! Aku tidur dulu ya!" seruku. Ibu tidak menjawab, ia sedang merajut, dan.. seperti biasanya, ia memakai tudung telinga (:P) untuk mendengarkan musik.Aku tertidur dengan cepat, dan bangun pada waktu makan malam. "Floe!? Kau tertidur selama 3 jam tanpa mengerjakan pe-ermu!? Ya ampun! Berapa kali ibu harus menjelaskan! Bla..bla..bla..~" ibu terus marah-marah. Aku langsung saja mengambil handukku dan berlari ke arah kamar mandi belakang dan mandi selama 5 menit, setelah mandi aku masuk keruang makan, mengambil makanan, dan memakannya dia atas--maksudnya sambil terbang-- agar tidak dimarahi ibu. Tiba-tiba, wuush!! Satu sapu terbang melewatiku dengan cepat, ah, itu pasti Dave, kakak laki-lakiku, ia memang satu sekolah denganku, tapi ia duduk di kelas 5, ia lebih sering dimarahi ibu karena pulang telat. Setelah makan malam, seluruh anggota keluarga naik ke atas untuk beristirahat. Jam menunjukkan pukul 10:30, saatnya tidur, tapi hari ini aku tidur lebih dulu, karena Dave menerima hukuman dari ibu dan ayah karena pulang terlambat, yah.. Aku nikmati saja kamar yang masih tenang ini! Selamat tidur! Hoaahm! Tapi, 5 menit kemudian aku terbangun, kulihat Dave sudah meringkuk di tempat tidurnya, aku mendengar suara-suara seperti sapu yang terbang dengan cepat, aku menghitungnya, ada 5 sapu terbang yang terdengar terbang! Siapa itu? 3 menit kemudian terdengar suara ledakan, dan terperciklah api! Terlihat di langit sebelah timur! Sepertinya ada bahaya! Aku langsung meringkuk lagi di selimut, dan jatuh tertidur.

Tuesday, 14th June '2030

PUK! PUK!

  "HUUACHIM!!" terdengar suara orang bersin."FLOE!! PERINTAHKAN SAPU TERBANGMU AGAR JANGAN MEMBANGUNKAN KAMI!!!" suara teriakan menggelegar itu langsung membuatku terlompat dari tempat tidur dan menuju asal suara, ternyata sapu terbangku, Chester, salah orang lagi! Seharusnya, masing-masing sapu terbang--berfungsi sebagai weker+alat transportasi-- membangunkan pemilik masing-masing! Sapu terbangku, Chester malah membangunkan orang tuaku! Dasar Chester! Aku langsung membawanya ke tampat penyimpanan sapu keluargaku. "Chester! Kau seharusnya membangunkanku!"seruku memberitahu. "Kenapa Chester? Kau melihatnya juga?" tanyaku, aku paham gerak-gerik sapu terbang. Yap, ternyata ia ketakutan semalam, karena melihat apa yang aku lihat juga semalam, ternyata itu adalah tanda ditemukannya Bunga Keabadian!

To be continued..
Gyaaa!! Lutunaaa!! Huu!